Persepsi Publik terhadap Aksesibilitas Fasilitas di Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa, Indonesa
DOI:
https://doi.org/10.59563/djtech.v5i2.333Keywords:
Selected:Aksesibilitas, Arsitektur Islam, Persepsi, Privasi, Batas SuciAbstract
Aksesibilitas merupakan aspek krusial dalam memastikan optimalisasi pemanfaatan fasilitas oleh seluruh pengguna. Di Indonesia, isu aksesibilitas masih menjadi perhatian penting, termasuk pada Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa yang belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan seluruh pengguna, baik dari segi penataan ruang maupun fungsi ruang yang mendukung berbagai aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap aksesibilitas fasilitas guna meningkatkan keberlanjutan dan inklusivitas masjid. Pengukuran aksesibilitas dilakukan berdasarkan indikator yang mengacu pada prinsip universal design dan nilai-nilai arsitektur Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, serta divalidasi melalui observasi dan wawancara. Objek observasi meliputi fasilitas parkir, tempat penyimpanan alas kaki, toilet, area wudhu, ruang salat, halaman, pintu, dan tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap aksesibilitas fasilitas secara umum berada dalam kategori baik, dengan pengguna mampu mengakses fasilitas tanpa hambatan signifikan. Namun demikian, diperlukan peningkatan terutama dalam penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas, penguatan batas kesucian (sacred boundaries), serta pengaturan jalur aktivitas antara laki-laki dan perempuan.
References
W. F. E. Preiser and K. H. Smith, Universal Design Handbook, Second Edi., vol. 6, no. 1. Mc Graw Hill, 2017. [Online]. Available: http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf%0Ahttp://fiskal.kemenkeu.go.id/ejournal%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1
K. P. JDIH, “Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung,” 2017, pp. 1–14.
Y. N. H. Prajalani, “Aksesibilitas Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Sukoharjo,” IJDS : Indonesian Journal of Disability Studies, vol. 4, no. 2, pp. 87–95, 2017, doi: 10.21776/ub.ijds.2017.004.02.1.
N. K. Nur, P. R. Rangan, and Mahyuddin, Sistem Transportasi, vol. 1, no. 69. 2021.
A. Awaluddin, Faiqoh, and F. F. Faiz, Pedoman Penguatan Moderasi Beragama di Masjid. PPIM UIN Jakarta, 2020.
J. Setyawan, M. Jannah, and M. Syafiq, “Mengalami Masjid Sebagai Lingkungan Restoratif,” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, vol. 8, no. 1, pp. 68–78, 2017, [Online]. Available: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwirx6HM8tnsAhUDfisKHaptAAEQFjABegQIAxAC&url=https%3A%2F%2Fjournal.unesa.ac.id%2Findex.php%2Fjptt%2Farticle%2Fdownload%2F1677%2F1115&usg=AOvVaw3bly91kKqsJKmIuU6BxQmv
O. Spahic, “Lessons from Prophet Muhammad (SAW) Mosque,” Intellectural Discourse, vol. 18, no. 1, pp. 115–140, 2010.
I. Indrawati, S. Soetomo, B. Setioko, T. Murtini, and N. Ir . Mt, “Edu – Religious Tourism Based on Islamic Architecture Approach, a Prelimenary Research in Majasto Cemetery – Sukoharjo Regency Central Java,” Procedia Soc Behav Sci, vol. 227, pp. 656–663, Jul. 2016, doi: 10.1016/j.sbspro.2016.06.129.
M. T. Mohamad Rasdi and N. Utaberta, “the Design of Mosques As Public Development Centers From the Perspective of the Sunna and Wright ’ S Organic,” Islamic
QS. al-Baqarah [2]: 222.
R. S. Feldman, Understanding Psychology, 3rd ed. New York: McGraw-Hill, 1993.
Irwanto, H. Ella, A. Hadi Soepadma, and R. Prilyani, Psikologi umum, 4th ed. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996..







