Analisis Risiko Longsor Berbasis Data Tingkat Pelapukan di Kecamatan Wara Barat
DOI:
https://doi.org/10.59563/djtech.v6i1.298Keywords:
Pelapukan Batuan,, Risiko Longsor, Pengamatan Lapangan, Stabilitas LerengAbstract
Kecamatan Wara Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan longsor yang tinggi di Kota Palopo, terutama dipengaruhi oleh kondisi geomorfologi perbukitan serta tingkat pelapukan batuan yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat pelapukan batuan dan tingkat risiko longsor berdasarkan pengamatan lapangan pada lima lokasi, yaitu Kelurahan Battang Barat, Battang, Lebang, Tomarundung, dan Padang Lambe. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi visual terhadap kondisi batuan, tingkat pelapukan, kemiringan lereng, tanda-tanda kelongsoran, serta faktor pemicu alami seperti rembesan air dan erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan pelapukan lanjut hingga sangat lapuk (Grade IV–V) cenderung memiliki risiko longsor tinggi karena disintegrasi material, retakan memanjang, serta lereng yang curam. Sebaliknya, lokasi dengan pelapukan rendah (Grade I–II) memiliki stabilitas lereng lebih baik dengan indikasi longsor yang minimal. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat pelapukan merupakan indikator dominan dalam menentukan kerentanan longsor di Wara Barat, terutama ketika berinteraksi dengan faktor geomorfologi dan kondisi hidrologi lereng. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi upaya mitigasi berbasis kondisi geologi aktual serta dapat menjadi dasar perencanaan tata ruang aman bencana pada wilayah rawan longsor.
References
Gawing, E. S., Azikin, B., & Husain, R., Potensi Tanah Longsor di Palopo Barat, Jurnal Ecosolum, 2023]
Hack, H. R. G. K., Geological Hazards: Their Assessment, Avoidance and Mitigation, Balkema, 2002]
Selby, M. J., Hillslope Materials and Processes, Oxford University Press, 1993]
Varnes, D. J., Slope Movement Types and Processes, Transportation Research Board, 1978]
Cruden, D. M. & Varnes, D. J., The Landslide Handbook, USGS, 1996]
Igwe, O., Role of Weathering in Slope Stability, Environmental Earth Sciences, 2011]
Riemer, M.F., Rock Weathering and Its Influence on Slope Stability, Engineering Geology, 1990]
Wieczorek, G. F., Landslide Triggering Mechanisms, Reviews in Engineering Geology, 1984]
Highland, L. & Bobrowsky, P., Understanding Landslides, USGS Circular 1325, 2008]
A. Situmorang, K. Kusrin, N. H. Christa, Y. I. Pratiwi, G. Widyarini, and K. W. Widiatmoko, “Pengaruh pelapukan lapisan batuan terhadap stabilitas lereng,” Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, vol. 12, no. 2, 2022. https://doi.org/10.29103/tj.v12i2.707
Hanifa, H., & Suwardi, S. (2023). Identifikasi Tingkat Kerawanan Tanah Longsor Di Ajibarang Banyumas Menggunakan Metode Skoring. JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan), 10(1), 97-103. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2023.010.1.10
Chalik, C. A., Wakila, M. H., Jafar, N., Nurhawaisyah, S. R., & Heriansyah, A. F. (2023). Landslide Susceptibility Mapping using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing Data in North Luwu, South Sulawesi Province, Indonesia. Journal of Geology and Exploration, 2(2), 53-62. https://doi.org/10.58227/jge.v2i2.115
Titisari, A. D., Husna, H. K., Putra, I. D., & Indrawan, I. G. B. (2019). Penentuan zona kerentanan longsor berdasarkan karakteristik geologi dan alterasi batuan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 4(2), 141. https://doi.org/10.22146/jpkm.35935
Soma, A. S., & Kubota, T. (2017). The Performance of Land Use Change Causative Factor on Landslide Susceptibility Map in Upper Ujung-Loe Watersheds South Sulawesi, Indonesia. Geoplanning J. Geomatics Plan, 4, 157-170. https://doi.org/10.14710/geoplanning.4.2.157-170
Moncai, V. W. O., & Abdillah, R. (2021). Tinjauan Geologis Potensi Bencana Tanah Longsor Pada Ruas Jalan Sungguminasa Malino Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Jurnal Geomine, 9(01), 25-38. https://doi.org/10.33536/jg.v9i01.1457
Febriana, O., & Saputra, A. (2024). Analysis of Landslide Susceptibility in Klaten Regency. International Journal for Disaster and Development Interface, 4(1), 52-68. https://doi.org/10.53824/ijddi.v4i1.65
Susanti, P. D., & Miardini, A. (2019). Identifikasi karakteristik dan faktor pengaruh pada berbagai tipe longsor. Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 39(2), 97-107. https://doi.org/10.22146/agritech.40562
Badwi, N., & Sakinah, S. Daerah Rawan Bencana Longsor di DAS Takapala Sub DAS Jeneberang Bagian Hulu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. LaGeografia, 20(3), 270-280. https://doi.org/10.35580/lageografia.v20i3.34120
Oliveira, S. C., Zêzere, J. L., Garcia, R. A., Pereira, S., Vaz, T., & Melo, R. (2024). Landslide susceptibility assessment using different rainfall event-based landslide inventories: advantages and limitations. Natural Hazards, 120(10), 9361-9399. https://doi.org/10.1007/s11069-024-06691-1?urlappend=%3Futm_source%3Dresearchgate.net%26utm_medium%3Darticle
Ehsan, M., Anees, M. T., Bakar, A. F. B. A., & Ahmed, A. (2025). A review of geological and triggering factors influencing landslide susceptibility: Artificial intelligence-based trends in mapping and prediction. International Journal of Environmental Science and Technology, 22(16), 17347-17382. https://doi.org/10.1007/s13762-025-06741-6







